Direktori

Candi Sukuh

Eksplorasi terhadap warisan Tantrāyana


Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jejak filosofis Tantrāyana pada situs candi Hindu di Jawa Tengah seperti beberapa candi yang menyimpan jejak historis berkaitan dengan ajaran Tantrayana seperti Candi Cetho, Candi Sukuh, Candi Barong, Candi Sambisari, Candi Prambanan, Candi Kedulan, Candi Gebang dan beberapa candi lainnya secara lebih sistematis dan kritis, dengan menelaah struktur, simbolisme, serta teks-teks yang berkaitan.

Tantra adalah salah satu cara hidup masyarakat Jawa

Artikel Pendukung

artikel berasal dari repository internet yang teridentifikasi di Google Scholar dan lainnya

Candi Sukuh


Candi Sukuh dibangun pada abad ke-15, sebuah periode yang menandai senja kejayaan Kerajaan Majapahit, sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Nusantara. Majapahit, yang mencapai puncak kekuasaannya pada abad ke-14 di bawah Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Cand Prambanan


Candi Prambanan sebagai bukti dari perkembangan peradaban Hindu di Indonesia dan mencerminkan pentingnya tempat ibadah yang tidak hanya sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai bagian dari budaya yang mendalam.

Dimensi Filosofis

Tatrayana yang berkembang di Indonesia/ Nusantara baik Budha ataupun Siwa memiliki pemaknaan yang beragam

Dimensi Ontologis
Dimensi Epistemologis
Dimensi Aksiologis
Perbandingan Filosofis

Tim Peneliti

tim pengembang direktori ini terdiri dari

Prof. Dr.Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag
Gede Agus Siswadi, S.Pd., M.Pd., M.Phil. 
Putu Pradnya Lingga Dharmayasa, M.Phil
Toto Margiyono, M.Pd.H